Keajaiban The THUING-Perspective

Rekan sedulur Mboiser tentunya masih sempat merekam, bahwa beberapa waktu lalu.. saya merilis status di facebook saya, maupun sempat pula aku tweet di akun twitter saya:

Salah satu hal yang menarik pula bagiku adalah di saat aku posting statusku tentang thuing perspective ini.. (aku mulai merilis istilah itu baru januari lalu), ternyata kok ya dapat LIKE. saat itu saya juga tersenyum, karena yang nge-LIKE status yang saya post, saya rasa juga belum tentu paham maksudku. karena “THUING” baru sebatas jargon mentah, pada awalnya..

Nah! kita ambil sejenak, posting statusku saat itu..

556234_10200618830172926_1852965238_n

Cak Musthofa – status FB January 16 via mobile

:: “The Thuing-Perspective is AMAZING!!”

#MboisXliut.kelingan.OtB

hmmm.. sampe di sini, tertangkap belum maksudnya..??? okey Sip! beberapa aku liat udah mulai dapat KLIK-nya. mantabs! –namun tidak ada salahnya, aku coba sharingkan di note ini, penjabaran lebih detailnya.. semoga bermanfaat yaa… aamiin..

Seperti biasanya kalo aku membahasnya dengan rekan sedulur Mboiser kalo sedang kopdar, aku seringkali mengambil analogi yang sederhana. Yuk… kita gunakan analoginya saat ini adalah komentator bola

Mengapa para Komentator Bola selalu seperti ndak pernah kehabisan bahasan saat mengomentari strategi dan permainan bola yang di tontonnya..??

Apa karena memang dasarnya cerewet dan suka bicara?? hmmm.. bisajadi. hoho, meski tentunya jawaban “bisajadi” tadi bukan berarti langsung menyetujui sepenuhnya. hehe.. daripada ntar aku kena komplain dari para Komentator Bola. wkwkwk…

Baiklah, sekarang coba perhatikan.. betapa memang nyamannya kita saat kita hanya sebagai penonton.. bukan pemain. –apalagi kalo kita sedang jadi pemain yang ada di lapangan, lalu kondisi hujan.. ditambah lagi teriakan penonton yang sudah mulai merasa kurang puas dengan permainan tim kita, lalu kondisi lawan yang terus menekan, dan kita pas kebetulan jadi pemain yang sekian menit ndak juga dapat operan bola untuk kita coba olah menjadi GOAL atau setidaknya ASSIST. wedew!! kebayang kaaan..???

Stress-nya tentu berbeda. berbedha dengan orang-orang yang berada di luar batas kotak permainan. yang ada di samping lapangan (seperti rekan satu tim, pelatih, official), penonton yang ada di sekeliling lapangan/stadion, tim peliput acara yang ada di balkon wartawan TV (biasanya ada di sisi atas, yang memungkinkan dapat leluasa mengakses melihat dengan jelas semua pergerakan). –lha apalagi di posisi komentator yang ada di stasiun TV-nya, atau juga kita yang sedang nonton di rumah apalagi yang lagi nobar di cafe atau sekedar pos satpam perumahan. waaaah.. teriak2nya juga bedha tuh!! hahaha…blablabla.. detail pertandingan, penonton, pemirsa, pemain, dsb itu tadi saya rasa sudah jelas. Nah!! saya mengajak fokus kita membahas tentang STRESS dan PERSPEKTIF!! itu saja dulu.

MENGAPA TINGKAT STRESS-NYA BEDHA??

 Benar sekali!! jelas-jelas karena soal perspektif tadi. Tingkat tekanan, keruwetan, dan sebagainya dapat jelas-jelas mempengaruhinya.NAMUN, yang musti disadari lebih adalah.

“..karena disaat kita sebagai pemain (pun bahkan wasit), kita pada posisi pelaku.. yang SANGAT LICIN, akan lebih lekat.

–lebih melekat pada sebuah ambisi kemenangan, lebih melekat pada emosi respon saat diserang musuh, saat dijegal musuh, melekat pada eksistensi untuk dapat memberikan sumbangsih gol, sementara pelatih menata strategi yang mengharuskan kita untuk ada di posisi belakang (yang tentunya berpeluang lebih besar pada aksi bertahan daripada mencetak gol).”

Mengapa hal itu bisa terjadi..??? karena..

tweet @CakMusthofa -4 feb 2013

: the “thuing” perspective.. –akan menunjukkan kesadaran pada level yang berbeda.

Lha terus… kaitannya gambar di atas itu apa..??

Nah! itu dia. –gambar itu sengaja saya pasang ya jelas ada kaitannya dooong. hehe..

itu adalah gambar ruang master-control, biasanya ada di studio-studio penyiaran. angaplah itu master-control room di salah satu studio stasiun Mbois TV gitu aja.. hahaha..

Saat kita berada di ruang master-control, yang menarik adalah, kita dihadapkan pada multi perspektif. kok bisa?? IYA. liat aja tuh monitornya ada banyak. setiap layar monitor itu mewakili hasil take dari 1 titik pengambilan gambar atau kamera. –sebuah event besar seperti pertandingan bola yng udah kelasnya mbois, bisa hingga 40 titik kamera tuh!! seru!!

Dan di ruang itulah, seorang program director mengarahkan, pilihan perspektif mana yang SAAT ITU dianggap TERBAIK untuk disuguhkan ke pemirsa. untuk mendapatkan aspek informasi yang lebih lengkap akurat, efek visual yang lebih apik komposisi dan angle-nya.. sehingga gambar bisa lebih indah.. pun, juga untuk membangun efek emosi. YA!! efek EMOSI. karena pilihan gambar (PERSPEKTIF) mana yang dipilih untuk dipancarkan, akanmerepresentasikan pula EMOSI yang DICIPTAKAN.

tweet @CakMusthofa – 26 jan 2013

: “tentu saja.. bedha perpektif akan bisa bedha state di buah pikir maupun emosi yang dirasa.

–asik ya?!”

Lalu apakah kita jika sebagai pemirsa di rumah, menonton acara tv, juga bisa punya kendali??

YA DONG!! pada dasarnya kan SAMA SAJA. –yang beda adalah, kalo seorang program director di master-control room,- ia memilih take kamera mana yang dipancarkan… sedangkan kita memilih channel mana yang apik dan bisa memberikan efek emosi yang positif bagi kita. kan cuman gitu aja to?? hahaha..

tweet @CakMusthofa -4 feb 2013

: “kalo gak suka acaranya, yo ganti aja channel-nya. kan sampean yg pegang remote control-nya. –eit! rasa & emosi yg gak nyaman, sama aja!”

Trus.. apa kaitannya sama STRESS atau MASALAH..?? STRESS/MASALAH dan PERSPEKTIF..???

bagian yang mana-nya…????

>> LHO!! itu Pe-Er Anda saja.. kan sudah saya coding dengan analogi tuh tadi.

ada 2 lagi tuh kaaan; sepakbola dan master-control room.

hahaha.. mengalir alamiah saja. yang penting.. ditangkap pesannya, lalu sudi untuk merefleksikan pada diri sendiri. gitu aja deh, ngapain dibikin repot. (hahaha.. sorry, saya lagi pake “thuing-perspektive”, jadi keliat tenang dan asal komentar gitu ya? haha.. itu efek sampingnya).

Eit, kok jadi ketawa2 sendiri..??yaaaa gitu deh.. kalo SEKARANG ANDA SIMULASIKAN pada diri Anda.. bisa-bisa ketawa-ketiwi sendiri.1. sadari salah satu problem yang tengah Anda alami..

2. meloncatlah keluar medan, keluar kotak, keluar lapangan permainan. –thuing!!

3. lalu lihat kembali masalah Anda. :D

 

tweet @CakMusthofa -9 feb 2013

: “jangan-jangan Anda sebenarnya tidak berMASALAH. Jadi, mendhing dicek lagi deh!” Hahaha.. :D.

.

.

so, pesan penutupnya di sini..

@CakMusthofa – 29 jan 2013

: “SETTING PERSPEKTIF adalah di tangan kita. KENDALInya di KITA. –klo ga nyaman, coba geser atau balik aja perpektif anda saat ini.”

 

salam ((((( mbois )))))

“cakmust

www.hipnoprivat.com


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *